Temon Kulon, Kulon Progo – Jumat (29/8/2025), SD BOKPRI Temon Kulon bekerja sama dengan Mahasiswa KKN UII dengan mengadakan kegiatan psikoedukasi dengan tema “Pencegahan Bullying: Teman Asyik, Bukan Tukang Usik”. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran para siswa mengenai bahaya bullying sekaligus mengajarkan cara menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta menyenangkan bagi setiap anak.
Dalam penyampaian materi, fasilitator menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan buruk yang dilakukan berulang kali untuk membuat orang lain merasa takut, sedih, atau tidak nyaman. Tindakan bullying tidak hanya terbatas pada bentuk fisik, tetapi juga bisa berupa ejekan, mengucilkan teman, hingga merendahkan karya seseorang. Sebagai contoh, diceritakan kisah Bayu, seorang siswa yang akhirnya berhenti menggambar karena merasa diejek oleh teman-temannya. Cerita ini menunjukkan bahwa bullying, meskipun hanya melalui kata-kata, bisa menyebabkan anak kehilangan semangat dan kepercayaan diri.
Kegiatan ini juga menjelaskan dampak negatif bullying baik bagi pelaku maupun korban. Pelaku cenderung memiliki rasa empati yang rendah, kesulitan mengendalikan emosi, dan berisiko mengalami gangguan psikologis. Sementara itu, korban bisa mengalami kesedihan yang berkepanjangan, takut datang ke sekolah, bahkan mengalami penurunan semangat belajar. Karena itu, seluruh siswa diajak untuk memahami bahwa bullying tidak memberi manfaat apa pun, baik bagi diri sendiri maupun orang di sekitarnya.
Sebagai bagian penutup, siswa diberikan informasi tentang langkah nyata yang bisa diambil ketika menghadapi bullying, seperti melaporkan kejadian tersebut kepada guru, menemani teman yang terkena bullying, serta mengenali bentuk-bentuk bullying agar bisa dicegah sejak awal. Kegiatan ini ditutup dengan menyanyikan lagu anti-bullying sebagai bentuk komitmen bersama untuk menjadi teman yang menyenangkan, saling mendukung, dan bukan pemicu masalah.